Bulus, Purworejo – Mengawali tahun ajaran baru dengan keberkahan, Madrasah Aliyah (MA) Al-Iman Bulus menggelar acara pembukaan kajian Kitab Tafsir Jalalain untuk kelas 1 Aliyah (X) pada Sabtu, 4 Juli 2026. Acara yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Iman Bulus, Al-Ustadz Hasan bin Agil Ba’bud, serta dihadiri oleh segenap jajaran guru badal tafsir, di antaranya Bapak Muhammad Fathi, Bapak Ahmad Hanafi, Habib Faqih Muqaddam Ba’bud, dan guru-guru lainnya.
Sebelum kajian inti dimulai, rangkaian acara dibuka dengan sambutan dan sosialisasi oleh Habib Muhammad Fariz Baity. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan pentingnya kedisiplinan santri, khususnya terkait penertiban seragam sekolah. Selain itu, Habib Fariz juga mengumumkan secara resmi mengenai amanah baru yang diemban beliau sebagai Koordinator Badan Kepegawaian dan Bimbingan Konseling (BP/BK) MA Al-Iman Bulus.
Suasana khusyuk semakin terasa saat Ustadz Hasan bin Agil Ba’bud rawuh di majelis. Beliau membuka jalannya kajian dengan pembacaan Ummul Kitab, Surah Al-Fatihah, yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Muqaddimah Kitab Tafsir Jalalain.
Di sela-sela pembacaan kitab, Ustadz Hasan memberikan syarah (penjelasan) yang mendalam, termasuk mengulas beberapa kaidah ilmu Nahwu dan Shorof untuk melatih pemahaman literatur Arab para santri. Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan sebuah fakta keunggulan akademis madrasah.
“Satu-satunya madrasah formal yang berani dan konsisten mengajarkan Kitab Tafsir Jalalain di tingkat kelas 10 Aliyah hanyalah Madrasah Aliyah Al-Iman Bulus,” tegas Ustaz Hasan Agil Ba’bud di hadapan para santri.
Setelah sesi pembukaan oleh pengasuh selesai, acara dilanjutkan dengan pembekalan motivasi oleh Bapak Ahmad Hanafi. Beliau menekankan pentingnya kesiapan mental dan spiritual santri sebelum mengikuti KBM formal. Bapak Hanafi mengimbau para santri untuk memaksimalkan metode persiapan (muthala’ah dan maknani) di pondok pesantren sebelum nantinya kitab tersebut dibaca dan dikaji bersama guru di kelas.
Sebagai penutup rekam sejarah, Habib Faqih Muqaddam Ba’bud menyampaikan kilas balik sejarah berdirinya Pondok Pesantren Al-Iman Bulus. Beliau juga membagikan kisah penuh hikmah mengenai tiga pesan (wasiat) penting yang ditinggalkan oleh al-Maghfurulah Sayyid Agil Ba’bud kepada Ustaz Hasan Agil Ba’bud demi menjaga kelestarian nilai-nilai pesantren:
Kelestarian Ngaji Ndalem: Kegiatan mengaji di kediaman pengasuh (ngaji ndalem) harus tetap lestari dan berjalan sampai kapan pun.
Kajian Tafsir Jalalain: Kitab Tafsir Jalalain harus tetap eksis, diajarkan, dan dikaji di madrasah.
Imam Shalat Jumat: Kepemimpinan shalat Jumat di masjid pesantren harus selalu diimami oleh dzurriyat (keluarga pengasuh), kecuali jika ada udzur syar’i yang menghalangi.
Dengan dibukanya kajian ini, diharapkan para santri kelas 1 Aliyah MA Al-Iman Bulus dapat menata niat dengan tulus, menyerap ilmu tafsir dengan optimal, serta meneruskan estafet keilmuan Islam yang bersanad mulia.
TIM MEDIA MA AL-IMAN BULUS
Penulis : Muhammad Wildan Tasykuri
Editor : Arfien Febbrianto





