Mengenal Sosok Syekh Dr. Yasir bin Salim Asy Suhairi, Ulama Muda Ahli Sanad yang Menginspirasi Semangat Menuntut Ilmu
Purworejo – Ribuan santri Pondok Pesantren Al-Iman Bulus mengikuti Safari Dakwah bersama ulama asal Yaman, Syekh Dr. Yasir bin Salim Asy Suhairi, pada Sabtu malam Ahad (25/7/2026). Kegiatan yang dilaksanakan ba’da Maghrib di halaman Pondok Pesantren Al-Iman Bulus. Acara tersebut, juga sebagai pengganti agenda rutin mingguan yaitu Tamrinul Khitobah.
Dalam kesempatan istimewa ini, para santri tidak hanya memperoleh nasihat tentang pentingnya ilmu, tetapi juga berkesempatan bertemu langsung dengan salah seorang ulama muda Yaman yang dikenal memiliki keluasan ilmu dan kekuatan hafalan sanad.
Mengenal Syekh Dr. Yasir bin Salim Asy Suhairi
Syekh Dr. Yasir bin Salim Asy Suhairi merupakan seorang ulama sekaligus qadhi (hakim syariat) asal Yaman. Beliau dikenal sebagai Muassis Ma’had Darul Hadits lil Irtsin Nabawi serta termasuk ulama muda yang memiliki dua gelar doktor, yaitu dalam bidang Hadits dan Aqidah.
Dalam dunia keilmuan Islam, Syekh Yasir dikenal sebagai pakar sanad. Beliau menghafal ratusan sanad hadits yang bersambung hingga Rasulullah ﷺ, sekaligus sanad berbagai kitab klasik yang tersambung kepada para penulisnya. Beliau menguasai berbagai jalur periwayatan, baik sanad yang tinggi (sedikit mata rantai perawi) maupun sanad yang panjang, termasuk jalur Ahlul Bait, para fuqaha, ulama Yaman, dan berbagai silsilah keilmuan lainnya.
Ketika Yaman dilanda konflik, beliau berhijrah ke Tarim, Hadhramaut. Kehadirannya disambut hangat oleh para ulama di kota tersebut. Habib Abu Bakar Al-Adeni bahkan memintanya mengajar di salah satu lembaga pendidikan yang diasuhnya. Keluasan ilmu dan kedalaman hafalan yang dimiliki membuat banyak ulama serta penuntut ilmu datang untuk menyambungkan sanad keilmuan kepada beliau.
Selain dikenal sebagai pakar hadis, Syekh Yasir juga aktif mengajar ilmu hadits, ushul fiqih, dan aqidah. Dalam setiap majelisnya, beliau tidak hanya menjelaskan materi secara ilmiah, tetapi juga memberikan ijazah sanad berbagai kitab hadits, hadits musalsal, hingga sanad Al-Qur’an yang bersambung kepada Rasulullah ﷺ.
Tujuan Hidup Dimulai dari Ilmu
Dalam tausiyahnya di hadapan para santri Al-Iman, Syekh Yasir mengawali kajian dengan mengingatkan tujuan penciptaan manusia sebagaimana firman Allah Ta’ala. Surah Adh-Dzariyat ayat 56.:
وَمَا خَلَقْنَا الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Beliau menjelaskan bahwa makna “liya’budun” juga dipahami sebagai “liya’rifun”, yaitu agar manusia mengenal Allah SWT. Menurut beliau, seseorang tidak mungkin mengenal Tuhannya tanpa ilmu.
Oleh karena itu, Allah telah membekali manusia dengan tiga sarana utama untuk memperoleh ilmu, yaitu penglihatan, pendengaran, dan akal. Semua manusia dilahirkan dalam keadaan tidak mengetahui apa pun, kemudian Allah memberikan ketiga nikmat tersebut agar manusia mampu memahami kebenaran dan mengenal Sang Pencipta.
Adab Adalah Kunci Datangnya Keberkahan Ilmu
Di hadapan para santri, Syekh Yasir menekankan bahwa salah satu sebab terbukanya keberkahan ilmu (futuh) adalah menghormati pondok pesantren sebagai tempat menimba ilmu, memuliakan guru, serta menjaga adab selama belajar.
Beliau juga mengingatkan sabda Rasulullah ﷺ:
العلماء ورثة الأنبياء
“Para ulama adalah pewaris para nabi.”
Beliau, yang dimaksud dengan pewaris para nabi adalah dalam hal kemuliaannya, dan hal itu tidak dapat diraih dengan bermalas-malasan, memperbanyak tidur, ataupun hanya mengejar kenyamanan. Jalan tersebut hanya dapat ditempuh dengan kesungguhan, kedisiplinan, dan pengorbanan dalam menuntut ilmu.
Semangat Pemuda dalam Menuntut Ilmu
Syekh Yasir kemudian memberikan motivasi kepada para santri dengan mengutip firman Allah QS. Al-Kahfi [18] ayat 13:
نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَاَهُمْ بِالْحَقِّۗ اِنَّهُمْ فِتْيَةٌ اٰمَنُوْا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنٰهُمْ هُدًىۖ
Beliau berharap para santri Al-Iman menjadi generasi muda yang senantiasa memperoleh tambahan petunjuk dari Allah melalui kesungguhan belajar dan menjaga keistiqamahan.
Untuk menggambarkan semangat para salaf, beliau menceritakan kisah sahabat ‘Amr bin Salamah yang sejak kecil memiliki semangat luar biasa dalam mengumpulkan hadis-hadis Rasulullah ﷺ. Setiap ada musafir yang datang membawa kabar dari Rasulullah, ia mendatanginya untuk mendengar dan menghafalkan hadis. Kisah tersebut menjadi teladan bahwa keberhasilan dalam menuntut ilmu lahir dari semangat yang tinggi dan rasa haus terhadap ilmu.
Ijazah Hadits Musalsal untuk Santri Al-Iman
Menambah keberkahan majelis, Syekh Yasir memberikan ijazah beberapa hadits musalsal kepada para peserta. Salah satunya adalah hadits tentang kewajiban menuntut ilmu yang diriwayatkan dengan jalur sanad yang bersambung.
Beliau juga mengingatkan seluruh santri agar tidak meninggalkan doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ setiap selesai shalat:
اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
“Ya Allah, bantulah aku untuk selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan sebaik-baiknya.”
Meneladani Kesungguhan Ulama
Safari Dakwah bersama Syekh Dr. Yasir bin Salim Asy Suhairi menjadi momentum berharga bagi keluarga besar Pondok Pesantren Al-Iman Bulus. Selain memperoleh ilmu dan nasihat, para santri juga dapat menyaksikan secara langsung keteladanan seorang ulama muda yang mengabdikan masa mudanya untuk belajar, mengajar, dan menjaga warisan keilmuan Islam melalui sanad yang bersambung hingga Rasulullah ﷺ.
Kegiatan ini diharapkan semakin menumbuhkan semangat para santri untuk bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, menjaga adab kepada guru dan pesantren, serta terus melestarikan tradisi keilmuan Islam yang telah diwariskan oleh para ulama dari generasi ke generasi.
TIM MEDIA MA AL-IMAN BULUS
Penulis : Muhammad Wildan Taskuri
Editor : Arfien Febbrianto





