APA GUNANYA TES KALAU MENCONTEK? CATATAN SUMATIF TENGAH SEMESTER DI MA AL-IMAN BULUS

PURWOREJO — Sumatif Tengah Semester (STS) Gasal Tahun Ajaran 2026/2027 tengah dilaksanakan di Madrasah Aliyah (MA) Al-Iman Bulus. Kegiatan ini berlangsung mulai Senin, 28 September hingga Senin, 5 Oktober 2026.

STS menjadi salah satu bagian dari proses pembelajaran untuk mengukur sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari selama kegiatan belajar mengajar. Karena itu, pelaksanaan tes tidak hanya berkaitan dengan pencapaian nilai, tetapi juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk melihat kemampuan dirinya secara jujur.

Sebelum mengikuti STS, siswa diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan. Salah satunya adalah menyelesaikan verifikasi kitab sesuai dengan batas ketercapaian masing-masing kelas. Verifikasi kitab dilaksanakan pada 6–20 September 2026 kepada guru mata pelajaran terkait.

Selain itu, siswa juga diwajibkan melunasi l’anah STS Gasal sebesar Rp35.000 dan administrasi pembayaran hingga September 2026. Peserta STS juga harus mengenakan seragam lengkap sesuai dengan ketentuan hari pelaksanaan.

Sehari sebelum ujian dimulai, pada Ahad, 27 September 2026, siswa mengambil kartu peserta melalui wali kelas dengan membawa bukti pembayaran l’anah dan administrasi, kartu pelajar, serta Smart Book.

Dengan terpenuhinya berbagai persyaratan tersebut, rangkaian STS dapat dilaksanakan dengan tertib. Namun, di balik pelaksanaan ujian yang berjalan secara rutin, terdapat satu hal yang sebenarnya jauh lebih penting untuk diperhatikan: kejujuran siswa dalam mengerjakan tes.

 “Apa Gunanya Tes Kalau Mencontek?”

Di tengah pelaksanaan STS, Tim Reporter Pers Madrasah berkesempatan mewawancarai salah seorang siswa kelas XII K berinisial H.R. Ia menyampaikan pandangan yang cukup kritis mengenai kebiasaan mencontek yang terkadang masih terjadi dalam pelaksanaan ujian.

“Apa gunanya tes kalau mencontek?” ujar H.R.

Menurutnya, mencontek justru menghilangkan tujuan utama dari sebuah tes. Ujian seharusnya menjadi sarana untuk mengetahui sejauh mana perhatian dan pemahaman siswa selama mengikuti pembelajaran di kelas.

 

Ketika siswa memilih mencontek, nilai yang diperoleh tidak lagi menggambarkan kemampuan sebenarnya. Nilai mungkin terlihat baik, tetapi tidak menunjukkan proses belajar yang telah dijalani.

H.R. juga menilai bahwa keinginan untuk mencontek sering kali muncul karena rasa takut mendapatkan nilai rendah. Siswa bisa merasa khawatir dianggap tidak mampu oleh teman, guru, maupun lingkungan di sekitarnya.

“Ketika seseorang sudah takut pada pandangan orang lain, itu tandanya dia sudah kehilangan jati dirinya. Ia bertindak semata-mata hanya demi memenuhi ekspektasi lingkungan di sekitarnya,” tambahnya.

Baginya, mendapatkan nilai yang kurang baik bukanlah akhir dari segalanya. Nilai yang belum maksimal justru dapat menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui bagian mana yang masih perlu dipelajari dan diperbaiki.

Pandangan tersebut menjadi pengingat bahwa STS bukan sekadar kegiatan untuk mendapatkan angka di atas kertas. Lebih dari itu, ujian dapat menjadi latihan bagi siswa untuk membangun sikap jujur, percaya diri, dan bertanggung jawab terhadap hasil belajarnya sendiri.

Sebagai penutup, H.R. menyampaikan pesan kepada teman-temannya agar tetap percaya pada kemampuan diri sendiri dan tidak menjadikan penilaian orang lain sebagai alasan untuk mengabaikan kejujuran.

 “Jadilah dirimu sendiri, karena hidup bukan untuk menuruti ekspektasi orang lain,” pungkasnya.

Pada akhirnya, nilai yang diperoleh dari sebuah tes mungkin hanya tercatat dalam lembar hasil belajar. Namun, kejujuran yang dibangun melalui proses tersebut dapat menjadi bekal yang jauh lebih berharga bagi kehidupan siswa di masa mendatang.

 

TIM MEDIA MA AL-IMAN BULUS

Penulis: Madrasah Tim Pers

Redaktur: Muhammad Wildan Taskuri

 

Bagikan :

Download App Web Madrasah

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman

Download App Web Madrasah

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman